Untuk Investasi, Lebih Untung Beli Properti dengan KPR atau

Pertanyaan yang sering muncul dan membuat bingung calon investor adalah "lebih untung mana sih, membeli rumah dengan KPR atau cash?" Kedua pilihan ini biasanya akan Anda hadapi ketika ingin membeli sebuah properti.

Investasi Rumah
Sebelum menentukan mana sebenarnya yang lebih menguntungkan, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa saja kekurangan dan kelebihan dari membeli properti antara KPR atau Cash. 

1. Membeli rumah secara KPR

KPR adalah kepanjangan dari kredit pemilikan rumah. Hal ini berarti sewaktu ingin membeli properti, Anda akan melakukan pembayaran dengan kredit. Dengan itu, Anda akan melakukan proses cicilan properti yang dibeli. 
Besarnya cicilan yang dibayarkan per bulannya biasanya bergantung pada besarnya DP yang diberikan di awal.

Sewaktu Anda berniat untuk membeli properti, KPR yang digunakan adalah KPR pembelian. Para developer menyediakan fasilitas KPR untuk memudahkan calon pembeli yang tidak memiliki uang untuk membeli secara cash. Sistem yang dipakai dalam KPR juga mudah dan cepat.

2. Membeli rumah secara cash

Ada juga orang yang mengatakan lebih baik untuk membeli rumah secara cash. 

Faktanya, jika Anda memiliki sejumlah dana yang menganggur, Anda disarankan untuk membeli rumah secara cash. Apalagi jika dana yang dimiliki sudah dipisah-pisahkan dengan dana untuk asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi, tabungan, dan lain sebagainya. 

Ketika hendak membeli rumah secara cash, Anda perlu untuk mempersiapkan dana tambahan yang biasanya digunakan untuk mengurus sertifikat-sertifikat penting mengenai properti yang dibeli. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi penipuan yang akan terjadi.

Perhatikan contoh perhitungan di bawah ini:

Sebut saja A, ia berniat untuk membeli rumah dengan cara KPR. Harga properti tersebut Rp 300 juta. Si A sudah menabung uangnya sebesar Rp 5 juta per bulan untuk membayar uang muka atau down payment (DP) KPR. 

Jika 30 persen dari Rp 300 juta = Rp 90 juta, maka si A memerlukan waktu 18 bulan untuk mengumpulkan DP sebesar Rp 90 juta. Setelah itu, ia harus membayarkan cicilan KPR sebesar RP 3,6 juta per bulannya.

Setelah 10 tahun, dana yang disetorkannya ke KPR senilai Rp 432 juta. Jika dihitung, nilai dari total propertinya sudah mencapai Rp 732 juta. 

Bandingkan dengan si B yang memilih menabung selama 12 tahun untuk membeli rumah seharga Rp 650 juta.

Sebagai catatan, tipe rumah mungkin saja sudah berbeda dan memiliki kesan yang lebih modern lagi serta harga rumah yang sudah pasti tidak berada pada angka Rp 732 juta lagi.

Banyak hal yang perlu dipikirkan ketika hendak membeli rumah dengan cara KPR atau cash. Hal yang perlu diperhatikan adalah modal yang dimiliki dan tren suku bunga yang ada.

Sebaiknya, memilih KPR jika modal tidak mencukupi dan menyiapkan beberapa dana darurat dan dana proteksi untuk menghindari beberapa kejadian yang nantinya tidak diinginkan. 

Dalam menyicil rumah, pikirkan matang-matang kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pikirkan juga berapa tarif bunga yang dipatok antara bank yang satu dan bank yang lainnya.

Semua tergantung pilihan Anda Jadi, lebih untung mana, beli rumah dengan KPR atau cash?

Semuanya tergantung pada kesanggupan calon pembeli. 
Ig   : @cjprojakarta


spacer
agent image
agency logo
Ismail Tjitrabudi
CJ Pro
sismailtj@gmail.com
+(62) 8121238910